Sejarah

Sejarah SD Negeri Tukangan Yogyakarta

 

SD N Tukangan Yogyakarta berdiri tahun 1951 dengan nama Sekolah Rakyat Putri. Para siswa yang belajar di sekolah ini semuanya anak perempuan. Dalam perkembangannya karena minat yang tinggi dari masyarakat untuk menyekolahkan anaknya maka sekolah dibuka untuk putra maupun putri, Untuk memudahkan pengelolaannya pada tahun 1972 sekolah ini dibagi menjadi dua yaitu SD Negeri Tukangan 1 dan SD Negeri Tukangan II. Pada tahun ajaran 2007/2008 bergabung menjadi satu (regrouping) dan berada di Jl. Suryopranoto 59 dengan nama SD Negeri Tukangan.

Secara geografis, SD Negeri Tukangan berada di pusat Kota Yogyakarta yang tidak jauh pula dari pusat pemerintahan Kota Yohyakarta. SD Negeri Tukangan berada di tengah keramaian Kota Yogyakarta wilayah timur serta pada kompleks pendidikan. Bangunan SD Negeri Tukangan berseberangan dengan TK dan SD Kanisius Gayam, 200 meter ke sebelah timur SD Juara, 500 meter ke sebelah utara SMP N 15, 300 meter ke barat SD Puro Pakualaman, dan SD Islamiyah, 1 km ke selatan SD Margoyasan, 500 meter ke arah tenggara SD Muhammadiyah Sukonandi II. Di samping itu terdapat beberapa tempat umum maupun bersejarah seperti Istana Pakualaman, museum Biologi, Museum Sudirman, Pasar Sentul, LP Wirogunan, Balai Besar Penelitian Batik, Radio Geronimo ,GOR Amongrogo, dan stadion Mandala Krida.

Kondisi lingkungan sekitar SD Negeri Tukangan yang berlokasi di simpang empat jalan raya dengan keramaian lalu lintas yang padat merupakan tantangan yang sangat berat berat bagi sekolah untuk menciptakan suasana yang tenang untuk belajar.Diperlukan koordinasi dan kerja sama yang sangat baik antara sekolah dengan masyarakat sekitar untuk menciptakan kondisi sekolah yang mendukung kegiatan pembelajaran.

Pada saat ini, sekolah telah bekerja sama dengan TITIAN FOUNDATION yang mana organisasi ini merupakan organisasi kemasyarakatan yang mendukung penuh pembelajaran di sekolah. Adapun bentuk kerja samanya adalah memberikan laboratorium komputer beserta isinya dan membimbing para guru dan karyawan untuk mengembangkan kemampuannya di bidang teknologi informasi. Setelah merasa mahir, guru-guru bisa menularkan kemampuannya untuk diajarkan semua siswa. Pada awal tahun 2015, Sekolah Dasar ini telah mendapat berbagai prestasi baik dari Universitas Gajah Mada yang diwakili oleh murid kelas 2 dan para guru meraih prestasi di ICT Award yang diselenggarakan di SD N Tanjungsari Klaten waktu lalu .Selain itu, kepala sekolah juga mendapatkan penghargaan oleh TITIAN FOUNDATION. Pada tahun ini, sekolah mempunyai perpustakaan, laboratorium komputer, 12 ruang kelas, ruang UKS, dan Musholla.